Prasasti Kedukan Bukit adalah salah satu peninggalan terpenting Kerajaan Sriwijaya, bertarikh 604 Saka (682 Masehi). Prasasti ini ditulis dalam bahasa Melayu Kuna dengan menggunakan Aksara Pallava. Jika melihat tulisan pada gambar diatas, ciri khas aksara Pallava adalah bentuknya yang membulat dan adanya garis kecil di bagian atas huruf (serif). Aksara ini merupakan cikal bakal dari aksara Kawi, yang nantinya berkembang menjadi aksara Jawa, Bali, dan Sunda.
Karena aksara Pallava belum memiliki standar kode unik (Unicode) yang bisa ditampilkan secara sempurna di semua perangkat digital layaknya alfabet, para ahli menggunakan Transliterasi (pengalihaksaraan) untuk menulis ulang isinya agar tetap akurat sesuai bunyi dan struktur aslinya.
Penafian (Disclaimer)
Untuk menghindari kesalahpahaman teknis, perlu kita luruskan beberapa hal agar informasinya tepat. Secara historis, Prasasti Kedukan Bukit tidak menggunakan aksara Brahmi, melainkan aksara Pallava. Namun, kenapa saya (dan banyak sistem komputer) menggunakan Unicode Brahmi untuk menampilkannya kepada Anda? Berikut adalah alasannya:
- Hingga saat ini, Standard Unicode belum meresmikan blok khusus untuk "Aksara Pallava". Karena Pallava adalah turunan langsung dari Brahmi, para ahli digital dan pengembang font sering kali menggunakan blok Brahmi (U+11000–U+1107F) sebagai representasi terdekat untuk menampilkan tulisan kuno Asia Selatan dan Tenggara di perangkat digital.
2. Hubungan Evolusi (Induk & Anak)
Aksara Brahmi adalah "ibu" dari hampir semua aksara di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Silsilahnya seperti ini:
- Brahmi –> Pallava –> Kawi –> Jawa/Bali/Batak/Lontara.
- Aksara Pallava adalah bentuk "setengah jalan" dalam evolusi dari Brahmi menuju aksara Nusantara, karakter Brahmi adalah cara paling akurat secara teknis untuk mengodekan bunyi-bunyi tersebut di komputer saat ini.
- Jika saya menuliskan isi prasasti tersebut dengan font Pallava yang tidak standar, kemungkinan besar di layar HP atau komputer Anda hanya akan muncul kotak-kotak kosong (font tidak terbaca). Unicode Brahmi jauh lebih luas dukungannya di sistem operasi modern (seperti Android, iOS, dan Windows). Meskipun huruf Kawi sudah terdaftar di Unicode, namun belum mampu stabil di berbagai perangkat seperti halnya aksara Brahmi.
Perbandingan Singkat
Transliterasi Prasasti Kedukan Bukit (Aksara Brahmi)
Berikut adalah transliterasi Prasasti Kedukan Bukit ke dalam Aksara Brahmi (leluhur dari aksara Pallava). Sesuai urutan naskah prasasti, teks dibagi menjadi 10 baris.
Perlu dicatat bahwa karena bahasa yang digunakan adalah Melayu Kuna, beberapa fonem disesuaikan dengan karakter Brahmi yang tersedia.
๐ฒ๐๐ฏ๐ฒ๐๐ข๐บ ๐ฐ๐๐ญ๐ป ๐ฐ๐๐ฏ๐ญ๐๐ฑ๐ธ๐ข๐ป๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ช ๐๐๐ธ๐ค๐ฐ๐ป ๐ฐ๐ผ-
(svasti ลrฤซ ลakavaลลฤtฤซta 604 ekฤdaลฤซ ลu-)
Baris 2:
๐๐๐ฎ๐ง๐๐๐ฑ ๐ฏ๐ผ๐ฎ๐ฆ๐ ๐ฏ๐๐ฐ๐ธ๐ ๐๐ง๐ผ๐ฆ๐๐ข ๐ณ๐บ๐ฌ๐ ๐ฆ๐ธ๐ฌ๐บ๐๐ ๐ค๐บ
(klapakลa vulan vaiลฤkha แธapunta hiyaแน nฤyik di)
Baris 3:
๐ฒ๐ธ๐ซ๐๐ฏ๐ ๐ซ๐๐ฎ๐ง๐ ๐ฒ๐บ๐ค๐๐ฅ๐ฌ๐ธ๐ข๐๐ญ ๐ค๐บ ๐ฒ๐ง๐๐ข๐ซ๐ป ๐ฐ๐ผ๐๐๐ฎ๐ง๐๐๐ฑ
(sฤmvau maแน alap siddhayฤtra di saptamฤซ ลuklapakลa)
Baris 4:
๐ฏ๐ผ๐ฎ๐ฆ๐ ๐๐๐ฌ๐๐ฑ๐๐ ๐๐ง๐ผ๐ฆ๐๐ข ๐ณ๐บ๐ฌ๐ ๐ซ๐ญ๐๐ฎ๐ง๐ฒ๐ ๐ค๐ญ๐บ ๐ซ๐บ๐ฆ๐ธ๐
(vulan jyeลลฃha แธapunta hiyaแน maลlapas dari minฤแน a)
Baris 5:
๐ข๐ธ๐ซ๐๐ฏ๐ฆ๐ ๐ซ๐ซ๐ธ๐ฏ ๐ฌ๐ ๐ฏ๐ฎ ๐ค๐ผ๐ ๐ฎ๐๐๐ฑ ๐ค๐๐ฆ๐ ๐๐๐ฐ
(tฤmvan mamฤva yaแน vala dua lakลa daแน an koลa)
Baris 6:
๐ค๐ผ๐ ๐ญ๐ข๐ผ๐ฒ๐ ๐๐ธ๐ญ ๐ค๐บ ๐ฒ๐ธ๐ซ๐๐ฏ๐ ๐ค๐๐ฆ๐ ๐๐ธ๐ฎ๐ฆ๐ ๐ฒ๐ญ๐บ๐ฏ๐ผ
(duaratus cฤra di sฤmvau daแน an jฤlan sarivu)
Baris 7:
๐ข๐๐ฎ๐ผ๐ญ๐ธ๐ข๐ผ๐ฒ๐ ๐ฒ๐ง๐ผ๐ฎ๐ผ ๐ค๐ผ๐ ๐ฏ๐๐๐๐ ๐ค๐ธ๐ข๐ ๐ค๐บ ๐ซ๐ผ๐ ๐๐ง๐๐
(tlurฤtus sapulu dua vaรฑakรฑa dฤtaแน di mukha upaแน )
Baris 8:
๐ฒ๐ผ๐๐๐บ๐ข๐๐ข ๐ค๐บ ๐ง๐๐๐๐ซ๐ป ๐ฐ๐ผ๐๐๐ฎ๐ง๐๐๐ฑ ๐ฏ๐ผ๐ฎ๐ฆ๐ ๐๐ฑ๐ธ๐
(sukhacitta di paรฑcamฤซ ลuklapakลa vulan ฤแนฃฤแธha)
๐ฎ๐๐ผ ๐ซ๐ผ๐ค๐บ๐ข ๐ค๐ธ๐ข๐ ๐ซ๐ญ๐๐ฏ๐ผ๐ ๐ข๐ ๐ฏ๐ฆ๐ผ๐
(laghu mudita dฤtaแน marvuat vanua)
Baris 10:
๐ฐ๐๐ญ๐ป๐ฏ๐บ๐๐ฌ ๐๐ฌ ๐ฒ๐บ๐ค๐๐ฅ๐ฌ๐ธ๐ข๐๐ญ ๐ฒ๐ผ๐ช๐บ๐๐๐ฑ ๐ฆ๐บ๐ข๐๐ฌ๐๐ธ๐ฎ
(ลrฤซvijaya jaya siddhayฤtra subhikลa nityakฤla)
Catatan:
* Simbol ๐ adalah virama yang digunakan untuk mematikan vokal pada huruf konsonan (seperti huruf 'n' di akhir kata "vulan").
* Angka ๐ฌ๐ฆ๐ช adalah representasi angka 604 dalam sistem angka Brahmi.Analisis Karakter:
1. ๐ฒ๐ฏ๐ฒ๐๐ข๐บ (Savas-ti / Svasti):๐ฒ(U+11032): Brahmi Letter Sa๐ฏ(U+11033): Brahmi Letter Va๐ฒ(U+11032): Brahmi Letter Sa๐(U+11046): Brahmi Virama (penghilang vokal)๐ข(U+11013): Brahmi Letter Ta๐บ(U+1103A): Brahmi Vowel Sign I- Catatan: Secara teknis dalam string Anda terbaca "Savas-ti", namun maksudnya adalah "Svasti" (Selamat/Bahagia).
๐ฐ(U+11030): Brahmi Letter Sha๐(U+11046): Brahmi Virama๐ญ(U+1102D): Brahmi Letter Ra๐บ(U+1103A): Brahmi Vowel Sign I- Artinya: Mulia/Agung.
๐ฐ(U+11030): Brahmi Letter Sha๐(U+11003): Brahmi Letter Ka๐ฏ(U+11033): Brahmi Letter Va๐ญ(U+1102D): Brahmi Letter Ra๐(U+11046): Brahmi Virama๐ฑ(U+11031): Brahmi Letter Ssa๐ธ(U+11038): Brahmi Vowel Sign Aa๐ข(U+11013): Brahmi Letter Ta๐บ(U+1103A): Brahmi Vowel Sign I๐ข(U+11013): Brahmi Letter Ta- Artinya: Tahun Saka yang telah lampau.
Kesimpulan:
String ๐ฒ๐๐ฏ๐ฒ๐๐ข๐บ ๐ฐ๐๐ญ๐ป ๐ฐ๐๐ฏ๐ญ๐๐ฑ๐ธ๐ข๐ป๐ข berbunyi: "Svasti ลri ลakavarลฤtita".
Ini adalah formula pembuka standar dalam banyak prasasti kuno di Nusantara (khususnya zaman Sriwijaya dan Jawa Kuno) yang berarti: "Selamat, Bahagia, Tahun Saka yang telah lampau..." yang kemudian biasanya diikuti oleh angka tahun.

0 Komentar
Tulis komentar Anda dengan bijak!