Dendang Syair Ikan Terubuk

Sastra lisan Melayu memiliki cara yang amat elok dalam merekam fenomena alam dan kehidupan masyarakat pesisir. Mari dengarkan kemerduan lantunan syair yang mengisahkan roman satiris Ikan Terubuk, sekaligus merekam jejak sejarah ekologi perairan Selat Melaka melalui tayangan berikut ini.


[ AREA PENYEMATAN VIDEO ]


Roman Kiasan dan Jejak Sejarah Marwah Pesisir

Karya sastra selalu menjadi cermin yang merekam dinamika suatu zaman. Salah satu mahakarya masa kini yang sangat memikat adalah Syair Ikan Terubuk gubahan penyair Hang Kafrawi, yang didendangkan dengan begitu merdu dan penuh penghayatan oleh penyair perempuan Riau, Siska Armiza. Bait-bait syair ini menceritakan sebuah fabel yang tragis nan sarat kiasan, yakni tentang seekor Ikan Terubuk yang berniat meminang Ikan Pepuyu (puyu-puyu). Namun malang tak dapat ditolak, sebelum niat hati kesampaian, sang Terubuk justru berujung nestapa karena tersangkut di jaring nelayan.

Kisah dalam syair ini bukan sekadar roman hewan air belaka, melainkan sebuah rekaman sosiologis dan historis mengenai tegaknya marwah perairan pesisir Riau. Dalam sejarah peradaban maritim, Ikan Terubuk merupakan komoditas laut utama dan primadona di Selat Melaka, khususnya di perairan Bengkalis. Sejak zaman kongsi dagang VOC hingga pemerintahan Hindia Belanda, ikan ini menjadi urat nadi perekonomian yang sangat bernilai tinggi, baik dagingnya maupun telurnya yang amat tersohor ke berbagai negeri.

Sayangnya, kejayaan populasi komoditas endemik ini kini menghadapi tantangan lingkungan yang sangat berat. Meskipun saat ini Ikan Terubuk masih dapat dijumpai di perairan Bengkalis, jumlahnya tidak lagi melimpah seperti dahulu kala. Penyusutan hasil tangkapan ini ditengarai terjadi akibat tingginya tingkat pencemaran limbah dari kapal-kapal yang melintasi perairan padat Selat Melaka, serta perubahan tata ekologi laut lainnya.

Kesadaran bersama dalam pelestarian lingkungan perairan sangat diperlukan oleh seluruh lapisan masyarakat maupun pemangku kebijakan. Kita amat perlu merawat kebersihan laut dan sungai agar habitat Ikan Terubuk dapat kembali pulih. Menjaga kelestarian bentang alam ini adalah bagian dari upaya mempertahankan warisan identitas daerah, agar kisah Ikan Terubuk kelak tidak hanya tinggal sebagai kiasan syair belaka bagi generasi anak cucu kita.


Posting Komentar

0 Komentar