Profil Syaiful Anuar: Punggawa Literasi Melayu Riau


Di balik lahirnya buku-buku muatan lokal yang berbobot dan menjadi rujukan pendidikan kita saat ini, senantiasa ada sosok yang tekun merawat ingatan dan menenun peradaban. Salah satu tokoh penting di balik penyusunan buku teks Budaya Melayu Riau (BMR) terbitan Gahara adalah Tuan Syaiful Anuar.

Sebagai wujud penghargaan atas dedikasi beliau, kita perlu mengenal lebih dekat rekam jejak dan kiprahnya dalam merawat khazanah kebudayaan Melayu.


Latar Belakang dan Pendidikan

Lahir di Pantaicermin, Tapung, Riau, pada tanggal 6 April 1985 dari pasangan Bapak Mhd. Nur AZ. dan Ibu Nurdiyah (almh), Syaiful Anuar telah menumbuhkan kecintaannya pada bahasa dan sastra sejak dini. Beliau menamatkan pendidikan sarjana (S1) pada program Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Riau (2008), kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjana (S2) di Universitas Negeri Padang (2011).


Pengabdian di Ranah Adat dan Akademik

Kecintaan beliau pada budaya tidak hanya berhenti di atas kertas. Saat ini, beliau memegang amanah penting sebagai Penyelaras Bidang Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi di Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Provinsi Riau.

Di dunia pendidikan tinggi, jejak pengabdiannya sangat panjang. Beliau pernah menjadi peneliti utama di Pusat Penelitian Kebudayaan Kemasyarakatan Universitas Riau (2010–2012). Kiprahnya sebagai pendidik juga dibuktikan dengan menjadi dosen luar biasa di Universitas Riau (2012–2017), tutor di Universitas Terbuka UPBJJ Pekanbaru (2009–2019), dan hingga kini aktif sebagai dosen luar biasa di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau sejak 2019. Bersama kawan-kawan penggiat kebudayaan, beliau juga mendirikan Malay Culture Studies (MCS) pada tahun 2018.

"Merawat kebudayaan adalah merawat jati diri. Jika bukan kita yang menuliskannya hari ini, kepada siapa lagi kelak anak cucu kita bertanya?"


Rekam Jejak Karya dan Literasi

Sejak tahun 2008, beliau tunak (fokus) melakukan penelitian dan menulis buku-buku budaya Melayu, esai, serta karya sastra. Beberapa sumbangsih pemikiran beliau yang telah terbit dan menjadi rujukan penting di antaranya:

  1. Kamus & Ensiklopedia: Kamus Etimologi Melayu Riau (2008), Ensiklopedia Kebudayaan Melayu Riau (2012), Ensiklopedia Budaya Bengkalis (2017), serta turut menyusun Ensiklopedia Kebudayaan Rokan Hilir.
  2. Sejarah & Warisan Daerah: Lingga Heritage: Bunda Tanah Melayu (2013) dan Inderagiri Hulu Heritage (2013).
  3. Kebijakan Kebudayaan: Penyusun Rencana Induk Pengembangan Kebudayaan (2011) dan Ranperda Kebudayaan Kabupaten Lingga (2013).
  4. Bahan Ajar Utama: Tim penulis buku Pendidikan Budaya Melayu Riau untuk tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA (2020), serta Buku Sumber Pegangan Guru (2018). Beliau juga menyusun Bahan Ajar Penyelesaian Sengketa dalam Hukum Adat Melayu Riau untuk Sekolah Polisi Negara Polda Riau (2023).


Kiprah di Forum Ilmiah

Di luar kesibukannya menulis, Syaiful Anuar aktif menjadi pembicara dalam berbagai pertemuan ilmiah berskala nasional maupun internasional. Mulai dari pemakalah pada Seminar Internasional Pendidikan Berkarakter di UR (2015), Tim Verifikasi Kosakata Bahasa Melayu Riau untuk KBBI di Balai Bahasa Riau (2019), hingga menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Hari Pantun Indonesia di ATL (2024).

Dengan rekam jejak yang begitu panjang dan bernas, kita tentu sepakat bahwa setiap tulisan yang lahir dari tangan beliau sangat layak untuk dijadikan rujukan bacaan bagi generasi penerus kita.

Semoga dedikasi Tuan Syaiful Anuar senantiasa menjadi suluh yang menerangi dunia pendidikan dan literasi di bumi Melayu Riau.

Posting Komentar

0 Komentar