Seni tari tradisional merupakan ekspresi jiwa dan pesona keindahan budaya Nusantara. Mari kita saksikan keanggunan langkah dan tata cara penyajian tari Zapin Melayu melalui tayangan kesenian berikut ini.
[ AREA PENYEMATAN VIDEO ]
Keunikan Gerak dan Susunan Tari Zapin
Tari Zapin Melayu memiliki identitas dan pesona tersendiri yang membedakannya dari Zapin Arab. Salah satu pembeda utamanya terletak pada interaksi visual penari; penari Zapin Melayu akan tampil dengan menghadap penuh ke arah penonton, bukan menghadap ke arah pemusik seperti pada Zapin Arab. Nuansa musikalitasnya pun sangat khas karena tarian ini diiringi oleh perpaduan instrumen musik tradisional berupa marwas dan gambus.
Secara umum, Zapin Melayu mempunyai banyak ragam gaya dan langkah yang disesuaikan dengan ciri khas daerah asalnya. Langkah pembukanya terlihat sederhana namun anggun, dimulai dengan melangkah maju, berjingkat dengan kaki rapat pada setiap empat hitungan, serta menekan atau menyapu lantai menggunakan tumit. Terkadang penari juga mengangkat satu kaki, berputar 180 derajat, lalu kembali pada sikap semula dengan ritme langkah yang sama, sebelum akhirnya berputar kembali untuk menghadap ke penonton. Jumlah langkah tari yang dibawakan dalam setiap pertunjukan biasanya sangat bergantung pada interpretasi dan kesepakatan para penarinya.
Pola penyajian tari ini tersusun dengan sangat rapi dan penuh kesantunan. Tarian senantiasa dibuka dengan salam penghormatan, baik yang dilakukan dalam posisi berdiri maupun duduk (duduk sembah). Setelah itu, gerakan mengalir secara berurutan menuju langkah buka, langkah tari, bagian tahtim, lalu diselingi kembali dengan langkah tari, dan akhirnya ditutup dengan tahto penutup atau sembah penutup yang elegan.
Kelestarian ragam gerak tari Zapin ini amat perlu kita jaga bersama. Pengetahuan mengenai tata cara tari ini sangat diperlukan agar generasi penerus dapat terus menghidupkan panggung seni peninggalan leluhur. Oleh karena itu, kita semua senantiasa perlu memberikan apresiasi yang tinggi agar keindahan Zapin Melayu Riau tidak lekang ditelan perubahan zaman.

0 Komentar
Tulis komentar Anda dengan bijak!