Peralatan Kerja Melayu: Menangkap Ikan

Menangkap ikan merupakan salah satu mata pencaharian penting dalam sistem Tapak Lapan masyarakat Melayu Riau. Kehidupan yang dekat dengan sungai, rawa, dan laut melahirkan berbagai peralatan yang digunakan untuk memperoleh hasil tangkapan. Sebagian alat dibuat dari bambu, rotan, kayu, dan serat alam, sedangkan sebagian lainnya berkembang dengan penggunaan tali dan jaring.

Setiap alat memiliki bentuk dan cara penggunaan yang berbeda. Ada yang digunakan dengan cara dilempar, ditusukkan, disauk, dipasang menetap, maupun ditarik bersama-sama. Berikut beberapa peralatan menangkap ikan yang dikenal dalam masyarakat Melayu Riau.


1. Bubu

Bubu adalah alat penangkap ikan yang dibuat dari anyaman bambu atau rotan. Bentuknya beragam, ada yang bulat, lonjong, maupun memanjang sesuai dengan kebutuhan dan jenis ikan yang menjadi sasaran.

Pada bagian dalam bubu terdapat corong masuk yang disebut injap. Bentuk injap memungkinkan ikan masuk ke dalam perangkap, tetapi menyulitkan ikan untuk keluar kembali. Bubu biasanya dipasang di sungai, parit, rawa, atau daerah yang sering dilalui ikan.


2. Jala

Jala merupakan alat tangkap berbentuk jaring bundar yang diberi pemberat pada bagian tepinya. Alat ini digunakan dengan cara ditebarkan ke permukaan air sehingga membentuk lingkaran yang menutupi area tertentu.

Setelah tenggelam, jala ditarik kembali sehingga ikan yang berada di bawahnya terperangkap. Penggunaan jala memerlukan keterampilan khusus agar lemparan dapat membuka dengan sempurna dan menjangkau area yang lebih luas.


3. Jaring

Jaring digunakan untuk menangkap ikan dalam jumlah yang lebih banyak. Bentuk, ukuran mata jaring, dan panjangnya disesuaikan dengan lokasi penangkapan serta jenis ikan yang ingin diperoleh.

Masyarakat Melayu menggunakan jaring di sungai, danau, muara, maupun perairan laut. Dibandingkan jala, penggunaan jaring umumnya mencakup area yang lebih luas dan dapat dilakukan secara perorangan maupun berkelompok.


4. Sesauk

Sesauk atau serokan merupakan alat yang digunakan untuk menyauk ikan dari air. Alat ini terdiri atas bingkai yang dipasangi jaring serta tangkai sebagai pegangan.

Sesauk biasanya digunakan di perairan dangkal seperti parit, rawa, kolam, atau tepian sungai. Selain untuk menangkap ikan, sesauk juga dapat digunakan untuk mengambil udang dan hewan air lainnya.


5. Seligi

Seligi adalah alat penangkap ikan yang bentuknya menyerupai tombak kecil. Mata tombaknya bercabang dua atau tiga sehingga ikan yang terkena tusukan tidak mudah terlepas.

Alat ini digunakan pada perairan yang jernih dan relatif dangkal. Penangkap ikan harus memiliki ketelitian dan kecepatan yang baik untuk menusuk ikan pada saat yang tepat.


6. Pukat

Pukat merupakan alat tangkap berupa jaring panjang yang digunakan untuk menangkap ikan dalam jumlah besar. Penggunaannya dapat dilakukan dari perahu maupun dari tepi perairan.

Dalam beberapa keadaan, pukat dioperasikan oleh beberapa orang secara bersama-sama. Jaring dibentangkan kemudian ditarik hingga ikan yang berada di dalam lingkaran jaring terkumpul pada satu tempat.


7. Jermal

Jermal adalah bangunan penangkap ikan yang dipasang secara tetap di perairan. Alat ini memanfaatkan arus air dan kebiasaan pergerakan ikan untuk mengarahkan ikan masuk ke bagian perangkap.

Jermal umumnya ditemukan di wilayah pesisir dan muara sungai. Meskipun pembuatannya memerlukan tenaga dan biaya yang lebih besar dibanding alat tangkap lainnya, jermal mampu digunakan dalam waktu yang lama.


8. Lukah

Lukah merupakan perangkap ikan yang terbuat dari anyaman bambu. Bentuknya menyerupai tabung panjang dengan pintu masuk yang dirancang agar ikan mudah masuk tetapi sulit keluar.

Lukah biasanya dipasang di sungai, anak sungai, atau kawasan rawa. Alat ini sering digunakan untuk menangkap ikan air tawar seperti lele, gabus, dan sepat.


9. Tangguk

Tangguk adalah alat tangkap berupa jaring yang dipasang pada bingkai berbentuk lingkaran atau segi empat dan dilengkapi dengan gagang yang panjang.

Tangguk digunakan untuk mengambil ikan yang terlihat di permukaan atau di perairan dangkal. Alat ini juga sering digunakan untuk memindahkan ikan hidup dari satu tempat ke tempat lain.


10. Langgai

Langgai merupakan alat penangkap ikan yang bentuknya menyerupai tangguk berukuran besar. Bingkainya umumnya berbentuk lonjong atau elips dan dipasangi jaring yang cukup dalam untuk menampung hasil tangkapan.

Alat ini digunakan dari atas sampan yang bergerak mengikuti arus sungai. Ketika sampan berhanyut, bagian jaring langgai dicelupkan ke dalam air sehingga ikan yang terbawa arus dapat masuk ke dalamnya. Cara penangkapan ini memanfaatkan arus sungai sebagai bantuan alami untuk memperoleh hasil tangkapan.

Penggunaan langgai memerlukan keterampilan dalam mengendalikan sampan dan membaca kondisi arus. Alat ini menunjukkan bagaimana masyarakat Melayu memanfaatkan karakter sungai sebagai sumber kehidupan sekaligus sarana menangkap ikan.


11. Pancing

Pancing merupakan alat tangkap yang terdiri atas tali, mata kail, dan umpan. Cara penggunaannya relatif sederhana, tetapi memerlukan kesabaran dan ketelitian.

Pancing digunakan di sungai, danau, rawa, maupun laut. Hingga saat ini pancing masih menjadi salah satu alat tangkap yang banyak digunakan masyarakat.


12. Rawai

Rawai adalah rangkaian tali panjang yang dilengkapi banyak mata kail. Pada setiap mata kail dipasang umpan untuk menarik perhatian ikan.

Rawai dipasang di perairan untuk jangka waktu tertentu sebelum diangkat kembali. Alat ini memungkinkan penangkap ikan memperoleh hasil yang lebih banyak dalam sekali pemasangan.

Posting Komentar

0 Komentar