Tradisi Tunjuk Ajar Melayu Riau

Istilah "tunjuk ajar" di dalam tradisi masyarakat Melayu merupakan sebuah frasa yang merangkum berbagai bentuk petuah, bimbingan, amanah, edukasi moral, serta suri teladan yang baik. Berdasarkan penjelasan Tenas Effendy (2013), "tunjuk" diposisikan sebagai verba yang berarti memperlihatkan atau menunjukkan dengan jari telunjuk, sementara "ajar" merupakan nomina yang berarti instruksi agar seseorang memahami dan mengikuti sesuatu. 

Secara komprehensif, tunjuk ajar Melayu diartikan sebagai kumpulan nasihat, instruksi, serta contoh perilaku mulia yang hidup di tengah masyarakat Melayu. Identitas Melayu ini sangat melekat kuat di Provinsi Riau, yang sering dijuluki sebagai Bumi Melayu Lancang Kuning. 

Tenas Effendy (2013) menekankan bahwa setiap materi dalam tunjuk ajar Melayu wajib selaras dengan prinsip-prinsip Islam serta tidak boleh bertentangan dengan norma sosial dan budaya masyarakat setempat. Para tetua sering berujar bahwa tunjuk ajar adalah cerminan cahaya agama dan gudang ilmu pengetahuan. 


Butir-butir Tunjuk Ajar Melayu

Seiring dengan meluasnya pengaruh budaya Melayu, cakupan tunjuk ajar ini pun semakin masif. Tenas Effendy menghimpun nilai-nilai tersebut ke dalam buku berjudul Tunjuk Ajar Melayu (TAM). Kerja keras dalam pendokumentasian ini kemudian dikukuhkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) nasional pada tahun 2018.

Dalam karya Tenas Effendy (2013), terdapat 29 poin utama yang menyusun Tunjuk Ajar Melayu. Berikut adalah beberapa bagian penting di antaranya: 


(1) Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa

Prinsip budaya dan tatanan sosial masyarakat Melayu yang berlandaskan pada ajaran Islam tanpa adanya kompromi. Nilai-nilai lama yang dianggap tidak sesuai dengan syariat harus diperbaiki atau bahkan ditinggalkan. Hal ini ditegaskan dalam ungkapan bahwa jati diri Melayu yang sesungguhnya adalah mereka yang hidup dan matinya bersama Islam. 

apa tanda Melayu jati, 
bersama Islam hidup dan mati

apa tanda Melayu jati, 
Islam melekat di dalam hati

apa tanda Melayu jati, 
dengan Islam ia bersebati

apa tanda Melayu bertuah, 
memeluk Islam tiada menyalah


(2) Kepatuhan kepada Orang Tua

Dalam pandangan TAM, menghormati ayah dan ibu adalah prioritas utama. Mereka yang berbakti dipercaya akan mendapatkan keselamatan di dunia dan kemuliaan di akhirat. Pesan moral ini mengingatkan agar anak tidak membantah atau menyakiti hati orang tua agar terhindar dari kutukan dan malapetaka yang berkepanjangan. 

wahai ananda dengarlah madah, 
ibu dan bapa jangan disanggah 
dosanya besar azab terdedah 
dunia akhirat mendapat susah

wahai ananda dengarlah pesan, 
ibu dan bapa jangan disakitkan 
balanya besar bukan buatan 
kutuknya turun zaman berzaman


(3) Ketaatan kepada Pemimpin

Setiap struktur sosial, mulai dari keluarga hingga negara, perlu memiliki pemimpin sebagai rujukan. Tanpa figur pemimpin, kedamaian dan keharmonisan sulit untuk dicapai. Ungkapan adat menyebutkan bahwa rumah atau negeri tanpa pemimpin akan mengundang bencana dan tindakan aniaya antarsesama. 

bila rumah tidak bertuah,
celaka datang bala menimpa
bila negeri tidak beraja,
alamat hidup aniaya menganiaya

bila tidak ada yang dituakan,
banyaklah orang yang jadi menyeman
kalau tak ada yang memimpin,
naas menimpa hidup pun lenjin.


(4) Persatuan, Gotong Royong, dan Toleransi

Masyarakat Melayu memegang teguh prinsip persaudaraan dan kasih sayang. Nilai gotong royong dan tenggang rasa diwariskan secara kontinu karena dianggap mampu menciptakan kedamaian global. Tradisi ini menekankan bahwa dalam kesusahan maupun kesenangan, masyarakat harus saling membantu, berbagi beban, dan menjaga hak serta milik bersama secara setara. 

adat hidup sama senegeri,
di dalam susah beri memberi 
bila hilang sama merugi
bila lenyap sama dicari
bila berhutang sama dibagi
bila jatuh sama berdiri
bila kurang sama mengisi

adat hidup berbangsa-bangsa,
sakit senang sama dirasa 
kalau makan sama perisa
adat lembaga sama dibela
harta pusaka sama dipelihara
hak dan milik sama dijaga
duduk dan tegak sama setara


(5) Keadilan dan Kebenaran

Keadilan dan kebenaran dipandang sebagai pilar utama untuk menjaga kehormatan serta wibawa bangsa. Orang yang bertindak adil dipercaya akan mendapatkan berkah dari Allah, sementara kebenaran akan menjadi cahaya yang menyucikan hati. 

pasang kandil di tengah rumah
terangnya sampai ke tengah halaman
orang yang adil diberkahi Allah
orang yang benar dirahmati Tuhan

pasanglah bedil petang Jumat 
bedil setinggar keras bunyinya
orang yang adil beroleh rahmat
adil dan benar menjadi cahaya

pasang bedil sebunyi berteh
dipasang terus tiada terhenti
orang yang adil hatinya bersih
orang yang benar hatinya suci


(6) Pentingnya Menuntut Ilmu

Tunjuk ajar mendorong setiap individu untuk gigih mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi demi kesejahteraan dunia dan akhirat. Namun, ilmu yang dipelajari merupakan ilmu yang bermanfaat dan selaras dengan nilai-nilai agama serta adat. Jati diri Melayu sejati ditunjukkan melalui ketekunan belajar sepanjang hayat. 

apa tanda Melayu jati,
belajarnya tekun sampai mati

apa tanda Melayu jati,
belajar dengan sepenuh hati

apa tanda Melayu jati,
berguru tidak membilang hari 

apa tanda Melayu jati,
ilmu bermanfaat ia minati

apa tanda Melayu jati,
orang berilmu ia dekati


(7) Keikhlasan dan Pengorbanan

Sifat ikhlas menjadikan setiap tindakan bernilai ibadah. Dengan kerelaan berkorban tanpa mengharapkan imbalan, ikatan persaudaraan sosial akan semakin kuat. Orang Melayu yang berbudi adalah mereka yang tulus dalam perilaku dan tidak perhitungan dalam menolong sesama. 

muka jernih hati pun rela
apa tanda Melayu berbangsa, 
tulus ikhlas sebarang bicara 
berkorban tidak mengharap jasa

apa tanda Melayu berbudi, 
tulus ikhlas laku pekerti 
berkorban tidak mengharap budi

apa tanda Melayu bertuah, 
tulus ikhlas dalam bertingkah
berkorban tidak mengharap upah
adat hidup sama saudara, 
tulus ikhlas sebarang bicara 
berkorban tidak kira mengira
menolong tidak bermasam muka


(8) Kerja Keras dan Ketekunan

TAM sangat menekankan pentingnya kerja keras yang halal. Pekerjaan yang mengikuti aturan agama dan sosial akan membawa berkah bagi kehidupan saat ini dan masa depan. Sebaliknya, mencari nafkah dengan cara yang menyimpang hanya akan berujung pada kebinasaan. 

wahai ananda dengarkan amanah, 
bekerja keras janganlah lengah 
supaya hidupmu beroleh berkah 
dunia akhirat mendapat faedah

wahai ananda dengarlah pesan, 
terhadap bekerja janganlah segan 
supaya dapat melepaskan beban 
semoga hidupmu diberkahi Tuhan


(9) Kemandirian dan Kepercayaan Diri

Sikap mampu berdiri di atas kaki sendiri tanpa bergantung pada pihak lain disebut sebagai sifat "jantan". Orang yang mandiri digambarkan sebagai sosok yang berani memikul tanggung jawab dan menghadapi rintangan tanpa harus membesarkan diri atau mengharapkan belas kasihan orang lain. 

apa tanda orang berbudi, 
tegak di atas kaki sendiri 
pahit dan pedih ia hadapi 
bantuan orang ia hindari 
petuah amanah ia taati 
menghadapi musuh tiada lari

apa tanda orang berbudi, 
hidup percaya ke diri sendiri 
memikul beban ia berani 
pahit getir ia hadapi
tidak mengharap orang memberi 
tidak pula membesarkan diri


(10) Menanam dan Membalas Budi

Budi pekerti adalah simbol kemuliaan di mata masyarakat Melayu. Seseorang yang mengabaikan budi dianggap tidak beradab dan akan dijauhi. Sebaliknya, jati diri Melayu tercermin dari semangat untuk selalu berbuat baik dan tahu cara membalas kebaikan orang lain hingga akhir hayat. 

apa tanda Melayu jati, 
bertanam budi sebelum mati

apa tanda Melayu jati, 
termakan budi ianya mati

apa tanda Melayu jati, 
hidup ikhlas menanam budi 

apa tanda Melayu jati,
elok perangai mulia pekerti 

apa tanda Melayu jati,
sakit senang menanam budi 

apa tanda Melayu jati, 
hidupnya tahu membalas budi 

apa tanda Melayu jati, 
membalas budi sampailah mati


(11) Tanggung Jawab

Rasa tanggung jawab perlu dimiliki oleh setiap individu, baik itu terhadap diri sendiri, keluarga, hingga negara. Melayu yang berkualitas adalah mereka yang tidak lari dari kewajiban dan berani memikul beban tugas dengan sepenuh hati dalam kondisi apapun. 

apa tanda Melayu jati, 
bertanggung jawab sampai ke mati 

apa tanda Melayu jati,
terhadap tanggung jawab tiada lari 

apa tanda Melayu jati, 
bertanggung jawab sepenuh hati 

apa tanda Melayu jati,
bertanggung jawab ke tengah ke tepi

apa tanda Melayu jati, 
bertanggung jawab pakaian diri 

apa tanda Melayu terbilang, 
bertanggung jawab muka belakang 

apa tanda Melayu terbilang,
melepaskan tanggung jawab ia pantang 

apa tanda Melayu terbilang, 
bertanggung jawab sakit dan senang 

apa tanda Melayu pilihan, 
bertanggung jawab memikul beban


(12) Sifat Malu

Malu dalam konteks ini adalah benteng untuk tidak melakukan perbuatan tercela, seperti menipu, berkhianat, atau menyombongkan diri. Tanpa rasa malu, manusia dianggap tidak berbeda dengan binatang. Menyingkap aib orang lain juga merupakan tanda hilangnya rasa malu dan adab dalam diri seseorang. 

siapa tak tahu malu, 
tanda hatinya berbulu

kalau aib disingkap-singkap, 
tanda dirinya tiada beradab 

siapa menyingkap aib orang,
tanda malunya sudah hilang

siapa mendedahkan aib malu orang,
aibnya tak ada akal pun kurang 

siapa berbuat yang tidak patut, 
tanda malunya sudah ke buntut 

siapa menjilat mencari pangkat, 
aibnya hilang malu tak ingat 

siapa berlaku tidak senonoh,
aib malunya sudah menjauh


(13) Kasih Sayang

Cinta kasih perlu ditebarkan secara universal tanpa memandang latar belakang suku atau status sosial. Kehidupan yang tertib dan sejahtera hanya bisa terwujud jika sesama manusia saling menyayangi dengan tulus sebagai sesama hamba Tuhan. 

apa tanda Melayu jati,
kasih sayangnya sampai mati 

apa tanda Melayu jati, 
berkasih sayang sepenuh hati 

apa tanda Melayu jati,
berkasih sayang ke tengah ke tepi

apa tanda Melayu bertuah, 
berkasih sayang sesama manusia 

apa tanda Melayu bertuah, 
kasih tiada memilih bangsa 
sayang tiada memandang harta 

apa tanda Melayu bertuah,
berkasih sayang dengan hamba Allah


(14) Hak dan Kepemilikan

Masyarakat Melayu sangat menghormati batasan kepemilikan, baik milik pribadi maupun milik umum. Mengambil hak orang lain secara ilegal atau merampas harta warisan dianggap sebagai perbuatan yang akan mendatangkan azab berat di akhirat. 

siapa mengambil hak milik orang, 
dunia akhirat hidup mengerang 

siapa memakan barang yang haram, 
di dunia celaka, di akhirat jahanam

siapa merampas hak milik orang, 
azabnya keras bukan kepalang 

siapa merampas harta pusaka, 
dunia akhirat kena pedaka


(15) Musyawarah dan Mufakat

Keputusan yang diambil tanpa musyawarah dianggap sebagai pelecehan terhadap adat dan berisiko mengalami kegagalan. Melalui mufakat, segala ide dapat disatukan sehingga beban yang berat terasa ringan dan potensi konflik dapat dihindari. 

barang siapa meninggalkan mufakat, 
sebarang kerja akan tersekat

barang siapa meninggalkan musyawarah, 
sebarang kerja takkan semenggah

bila hidup tidak mufakat,
celaka tumbuh sengketa mendekat 

bila hidup tidak mufakat, 
banyaklah orang hidup melarat


(16) Keberanian

Sifat ksatria dan berani membela kebenaran sangat dijunjung tinggi. Terdapat tujuh belas poin pembelaan yang perlu dilakukan oleh orang Melayu, mulai dari membela agama, keluarga, bangsa, hingga membela kaum yang teraniaya serta menjaga amanah. 

dimana tempat Melayu mati, 
pertama, membela agama Allah 
kedua, membela anak isterinya 
ketiga, membela orang tuanya 
keempat, membela bangsanya 
kelima, membela negerinya 
keenam, membela hak miliknya 
ketujuh, membela yang hak 
delapan, membela yang benar
sembilan, membela yang adil 
sepuluh, membela yang teraniaya 
sebelas, membela tuah dan marwah 
dua belas, membela adat lembaga 
tiga belas, membela saudara mara 
empat belas, membela janji amanah 
lima belas, membela aib malu
enam belas, membela soko pusaka 
tujuh belas, membela harkat dan martabat diri


(17) Kejujuran

Kejujuran adalah fondasi karakter yang ditanamkan sejak dini. Orang yang memiliki integritas antara ucapan dan hati akan sangat disegani oleh lingkungan sekitarnya. Jati diri Melayu yang asli ditandai dengan kejujuran yang tidak terbagi-bagi. 

apa tanda Melayu jati, 
hidupnya jujur sampailah mati 

apa tanda Melayu jati, 
lidahnya jujur hatinya suci

apa tanda Melayu jati, 
ujur di mulut, lurus di hati 

apa tanda Melayu jati, 
karena jujurnya bau melati


(18) Hemat dan Cermat

Gaya hidup hemat membantu masyarakat terhindar dari sikap mubazir dan kesengsaraan ekonomi. Dengan ketelitian dalam mengelola sumber daya, masa depan akan lebih terjamin dan rezeki tidak terhambat oleh perilaku boros. 

tidak hemat, hidup terjerat
tidak cermat, hidup berulat 

tidak hemat, lumat
tidak cermat, kiamat

kalau tidak berhemat cermat, 
kerja yang baik menjadi mudarat

kalau tidak berhemat cermat, 
banyak usaha takkan selamat 

kalau tidak berhemat cermat, 
karam di laut sesat di darat 

kalau tidak berhemat cermat, 
kawan menjauh rezeki tersumbat


(19) Rendah Hati

Sikap tidak sombong merupakan identitas utama orang Melayu. Bahkan istilah "Melayu" sering dikaitkan dengan perilaku merendahkan hati dan ramah tamah. Mereka sangat menghindari sikap angkuh atau membesarkan diri sendiri yang dianggap sebagai perilaku orang merugi. 

apa tanda orang celaka,
sifatnya sombong bercampur pongah 

apa tanda orang yang keji,
suka membesarkan diri sendiri

apa tanda orang tak senonoh, 
kemana pergi sifatnya angkuh 

apa tanda orang merugi, 
cakap besar lagak meninggi

apa tanda orang tercela, 
tinggi hati besar kepala 

apa tanda orang terkutuk,
sifat sombong perangai pun buruk 

apa tanda orang terlaknat, 
membanggakan diri ke laut ke darat


(20) Berprasangka Baik

Selalu berfikir positif terhadap sesama makhluk sangat membantu dalam menjaga kerukunan bangsa. Sebaliknya, prasangka buruk hanya akan memicu fitnah dan perpecahan yang merusak tatanan sosial dunia maupun akhirat. 

siapa suka bersangka buruk, 
lambat laun kepalanya pesuk 

siapa suka bersangka buruk, 
budinya jahat hatinya busuk 

siapa suka bersangka buruk, 
orang melaknat, hidup pun teruk

siapa suka bersangka buruk,
ke dalam majelis tidak kan masuk 

siapa suka bersangka buruk,
ke tengah ke tepi orang mengutuk

siapa suka bersangka buruk, 
dunia akhirat akan terpuruk


(21) Sifat Perajuk

Sifat cepat tersinggung atau putus asa dipandang sebagai kelemahan jiwa dan pikiran yang sempit. Orang yang mudah merajuk dan lari dari masalah dianggap memiliki mentalitas yang rapuh dan kurang keberanian. 

pucuk putat batangnya bungkuk 
di bawah bukit tumbuh menjemba 
buruklah sifat orang perajuk 
salah sedikit lari ke rimba

apalah tanda batang keduduk
bila dipatah tunas tak tumbuh 
apalah tanda orang perajuk 
bila disanggah lari menjauh

apalah tanda batang keduduk 
tumbuh di bukit berbunga ungu 
apalah tanda orang perajuk 
hatinya sempit akal pun beku

apalah tanda pindang terubuk 
kuahnya banyak perisa rasanya 
apalah tanda orang perajuk 
olahnya banyak lemah jiwanya


(22) Tahu Diri

Kesadaran akan hakikat keberadaan manusia sebagai hamba Tuhan serta anggota masyarakat adalah inti dari sifat tahu diri. Ini mencakup pemahaman akan hak, kewajiban, adab, serta kesadaran bahwa kehidupan dunia akan berakhir. 

yang dikatakan tahu diri 
tahu hak dan kewajiban 
tahu hutang beserta beban 
tahu adat jadi pegangan
tahu syarak jadi sandaran 
tahu sunnah jadi pedoman
tahu pusaka jadi warisan 
tahu ico jadi pakaian 
tahu adab dengan sopan
tahu di mana tempat makan 
tahu di mana tempat berjalan 
tahu hidup berkesudahan 
tahu mati berkekalan


(23) Keterbukaan

Sifat transparan atau berterus terang merupakan wujud dari niat baik dan kejujuran. Orang Melayu yang amanah tidak menyembunyikan maksud jahat di balik sikapnya, melainkan berlapang hati dalam setiap interaksi. 

apa tanda melayu jati,
buka kulit tampaklah isi 

apa tanda melayu jati,
berterus terang berikhlas hati 

apa tanda melayu jati, 
berbuka-buka ia fahami

apa tanda melayu bertuah, 
niat lurus hati terbuka

apa tanda melayu amanah, 
pertama setia, kedua terbuka 

apa tanda melayu berbudi, 
berterus terang berlapang hati


(24) Pemaaf dan Pemurah

Karakter ini menunjukkan tingginya solidaritas sosial dan ketulusan hati. Dengan memaafkan kesalahan orang lain dan menjauhi dendam, seseorang akan mendapatkan keberkahan hidup sesuai dengan tuntunan agama Islam. 

apa tanda Melayu jati, 
dendam kesumat ia jauhi 
tulus ikhlas bermurah hati 
kesalahan orang ia ampuni 

Apa tanda Melayu jati, 
hidup pemaaf dan murah hati

Apa tanda Melayu jati, 
hidup tidak benci membenci 

Apa tanda Melayu jati,
dendamnya tidak dibawa mati 

Apa tanda Melayu terbilang, 
pemaaf pemurah muka belakang


(25) Amanah

Memegang teguh kepercayaan adalah hal yang sangat dihormati. Orang yang amanah dipercaya akan mendapatkan kemuliaan dan kasih sayang dari Tuhan. Sikap ini perlu dijaga meskipun harus menghadapi risiko yang besar demi menjaga martabat. 


Apa tanda pasanglah surut 
Air timpas tampaklah tanah 
Apa tanda orang patut-patut 
Hati ikhlas memegang amanah

Apa tanda pasang menyenak 
Air laut mudik ke hulu
Apa tanda orang yang bijak 
Amanah diikut mati pun mau

Berbuah pisang di belakang rumah 
Tandannya lebat jantungnya besar 
Bertuah orang memegang amanah 
Pengajaran dapat pahalanya besar

Pisang lidi batangnya rendah 
Masak setandan dimakan tupai 
Orang berbudi memegang amanah 
Adabnya sopan elok perangai


(26) Pemanfaatan Waktu

Waktu adalah aset berharga yang tidak boleh disia-siakan untuk hal yang tidak bermanfaat atau maksiat. Mereka yang gagal mengelola waktu dengan baik akan terjebak dalam penyesalan dan kesengsaraan. 

Apa tanda orang aniaya, 
waktunya habis sia-sia 

Apa tanda orang merugi,
waktu terbuang tak ada arti

Apa tanda orang celaka, 
waktunya habis tak ada faedah 

Apa tanda orang terlaknat, 
waktunya habis pada maksiat


(27) Pandangan Masa Depan

Hidup tidak boleh hanya terpaku pada masa kini. Orang Melayu diharapkan mampu menganalisis perkembangan zaman dan mempersiapkan masa depan bagi generasi mendatang, baik untuk urusan duniawi maupun ukhrawi.

Apa tanda Melayu jati, 
masa depan ia fikiri

Apa tanda Melayu beradat, 
ke anak cucu ianya ingat 

Apa tanda Melayu beradat, 
ke anak cucu ianya ingat

Apa tanda Melayu terbilang, 
jauh memandang ke masa datang 

Apa tanda Melayu berbudi, 
membaca zaman ianya ahli

Apa tanda Melayu berbudi, 
masa depannya ia kaji


(28) Mensyukuri Nikmat

Rasa syukur atas karunia Tuhan akan menjauhkan manusia dari sifat serakah dan loba. Dengan bersyukur, rezeki yang diterima akan terasa lebih bersih dan mencukupi untuk dinikmati bersama. 

Apa tanda Melayu jati,
Nikmat Allah ia syukuri

Apa tanda Melayu jati, 
Mensyukuri nikmat sepenuh hati

Apa tanda orang beriman, 
Mensyukuri nikmat menyembah Tuhan

Apa tanda orang budiman, 
Mensyukuri nikmat ia utamakan

Apa tanda orang berbudi, 
Tahu mensyukuri nikmat ilahi

Apa tanda orang berbudi, 
Nikmat tidak dimakan sendiri


(29) Hidup Sederhana

TAM mengajarkan agar masyarakat tidak berlebihan dalam bergaya hidup guna mencegah kecemburuan sosial. Hidup bersahaja sesuai kemampuan dianggap sebagai jalan tengah yang menjaga tanggung jawab tanpa harus jatuh dalam kemiskinan. 

Apa tanda Melayu terpuji, 
Hidup sederhana sampai mati

Apa tanda Melayu bertuah,
Hidup sederhana mengikuti sunnah


Penutup

Tenas Effendy mengemas nilai-nilai TAM melalui pendekatan sastra sebagai bentuk pelestarian tradisi ekspresi masyarakat Melayu. Berbagai genre digunakan, mulai dari pantun, gurindam, syair, pantang larang, seloka,  hingga cerita rakyat. Penggunaan beragam bentuk sastra ini mencerminkan betapa tingginya apresiasi budaya setempat terhadap seni bahasa.

Posting Komentar

0 Komentar