Peralatan Kerja Tradisional Melayu Riau

Peralatan kerja merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat Melayu Riau. Setiap pekerjaan memiliki peralatan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan tempat masyarakat hidup dan bekerja. Sebagian peralatan dibuat dari bahan yang tersedia di alam, seperti kayu, bambu, rotan, besi, dan serat tumbuhan.

Perkembangan teknologi telah menghadirkan berbagai peralatan modern yang lebih praktis dan efisien. Namun demikian, peralatan kerja tradisional tetap memiliki nilai penting karena mencerminkan pengetahuan, keterampilan, dan cara hidup masyarakat Melayu dalam memanfaatkan alam secara bijaksana.


A. Alat Kerja Umum

Beberapa peralatan digunakan pada berbagai bidang pekerjaan masyarakat Melayu. Alat-alat tersebut antara lain sebagai berikut.

    1. Parang, digunakan untuk menebas semak, membersihkan lahan, memotong ranting, dan berbagai pekerjaan lainnya.
    2. Pisau, digunakan untuk memotong, mengiris, mengupas, dan mengolah berbagai bahan sesuai kebutuhan.
    3. Kapak, digunakan untuk menebang, membelah, dan membentuk kayu.
    4. Beliung, digunakan untuk membentuk, menghaluskan, dan mengerjakan bagian tertentu dari kayu.
    5. Tali, digunakan untuk mengikat, menarik, mengangkat, atau mengamankan berbagai benda.
    6. Bakul, digunakan untuk membawa, menyimpan, dan mengangkut hasil pekerjaan.
    7. Cangkul, digunakan untuk menggali, membalik, dan menggemburkan tanah. Selain digunakan dalam kegiatan berladang, cangkul juga dimanfaatkan dalam pekerjaan berkebun dan kegiatan lainnya.
    8. Sekop, digunakan untuk mengangkat dan memindahkan tanah, pasir, pupuk, atau bahan lainnya.
    9. Gergaji, digunakan untuk memotong kayu dan berbagai bahan sesuai ukuran yang diperlukan.
    10. Penokok, digunakan untuk memukul, memasang, dan memperbaiki berbagai sambungan atau konstruksi sederhana.


B. Alat Kerja Khusus

Untuk mengetahui berbagai peralatan kerja yang digunakan dalam sistem Tapak Lapan Melayu Riau, silakan klik tautan berikut.

    1. Alat Kerja Berladang
    2. Alat Kerja Beternak
    3. Alat Kerja Menangkap Ikan
    4. Alat Kerja Beniro
    5. Alat Kerja Berhutan
    6. Alat Kerja Berkebun
    7. Alat Kerja Bertukang
    8. Alat Kerja Berniaga


C. Identifikasi Peralatan Kerja

Identifikasi peralatan kerja dapat disesuaikan dengan jenis pekerjaan orang Melayu Riau. Jenis pekerjaan orang Melayu disebut dengan istilah tapak lapan. Masyarakat Melayu pada umumnya tidak tidak hanya melakukan satu jenis pekerjaan saja. Lazimnya mengerjakan tiga pekerjaan dalam satu hari, misalnya apabila pagi mereka berkebun, sorenya mereka menangkap ikan, dan malam terkadang menjalin atau menganyam untuk mengisi waktu menjelang tidur. Di hari lain, paginya berkebun, sore beternak, dan malam menyirat jala atau jaring. Begitu seterusnya, delapan aspek pekerjaan diselang- seling setiap harinya.

Kebiasaan menggabungkan dua atau lebih jenis pekerjaan dalam satu hari merupakan kiat atau cara masyarakat Melayu berhubungan dengan alam. Sebab dengan pola itu, mereka bisa melihat hubungan dan saling ketergantungan antara manusia dengan alam, serta hubungan antara flora dan fauna dengan alam sekitar.

Hal inilah yang membuat puak Melayu Riau tradisional jarang jatuh miskin dan kelaparan. Mereka selalu punya cadangan yang memadai dari beberapa jenis pekerjaan. Namun saat ini, seiring perubahan lingkungan hidup seperti berupa tanah ulayat diintervensi dan penguasaan pemilik modal membuat mereka terdesak. Akibatnya, kebanyakan dari masyarakat Melayu Riau hanya bersandar pada satu jenis pekerjaan saja. Dampaknya bagi mereka, sangat mudah mendapat resiko kesulitan perekonomian. Padahal dulu mereka adalah pedagang, petani, dan tukang yang merdeka, yang hanya sekedar menanti peningkatan sumber daya manusia untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Delapan macam pencaharian ini, juga memperlihatkan Melayu di Riau sebagai masyarakat dengan khazanah budaya yang panjang.

Posting Komentar

0 Komentar