Bab III Bahasa dan Sastra PDF

Bab III Bahasa dan Sastra PDF

Budi bahasa dan kesantunan merupakan mahkota tertinggi dalam tatanan pergaulan sosial masyarakat Melayu. Sebagaimana untaian bait sastra lama, mengenal luhurnya suatu bangsa dapat dilihat dari bagaimana mereka merawat budi dan bahasanya. Ketika bahasa telah rusak, maka runtuh pula sendi-sendi peradaban bangsa tersebut. Oleh karena itu, kesantunan berbahasa yang mencakup kehalusan tutur kata serta keelokan tingkah laku menjadi pertaruhan besar dalam menjaga marwah diri dan kaum di tengah pergaulan dunia.

Pujangga masyhur Raja Ali Haji menegaskan bahwa adab dan sopan santun sejatinya bermula dari tutur kata, yang kemudian mengejawantah ke dalam perilaku sehari-hari. Untuk mencapai derajat berbahasa yang beradab, seseorang perlu menempuh proses olah pikir dan pemahaman yang mendalam melalui lima pilar utama, yaitu al-himmat (kuat kehendak), al-mudarasah (mengulang-ulang), al-muhafazat (menghafal), al-muzakarah (berbincang untuk mengingat), serta al-mutala’ah (meneliti kembali). Melalui proses yang mengalir dari pemikiran dan dipertimbangkan oleh hati ini, bahasa mengemban tiga fungsi utama yang utuh: sebagai alat komunikasi penyampai pesan, penanda jati diri asal-usul seseorang, serta cermin budi yang memantulkan gambaran pribadi. Dalam pandangan budayawan Tenas Effendy, keelokan sejati orang Melayu justru memancar dari kesantunan bahasanya.


Unduh Berkas Bab Bahasa dan Sastra

Silakan pelajari khazanah kesantunan bertutur kata dan sastra Melayu Riau secara lebih mendalam melalui pratinjau dokumen di bawah ini. Pemahaman materi ini sangat diperlukan untuk memenuhi keperluan pengajaran karakter berbasis kearifan lokal bagi generasi penerus.






Unduh Buku BMR Bab 03 PDF



Posting Komentar

0 Komentar