Dalam tatanan kebudayaan Melayu, seorang pemimpin adalah sosok penggerak yang mampu merangkul seluruh anggota masyarakat untuk bekerja sama mencapai tujuan mulia. Kepemimpinan ini senantiasa disimbolkan melalui pepatah "dituakan, didahulukan selangkah, ditinggikan seranting." Makna luhur dari ungkapan ini menegaskan bahwa meskipun seorang pemimpin amat dihormati, tidak boleh ada sekat pemisah antara dirinya dan rakyat. Seorang pemimpin pantang bersikap angkuh, yang digambarkan lewat keindahan tutur "tinggikan dapat dijangkau, dekatnya tidak beranjak." Kedekatan, kebersamaan, dan ketawadukan inilah yang pada akhirnya menjaga marwah seorang pemimpin di mata masyarakatnya.
Kejayaan seorang pemimpin di alam Melayu senantiasa diukur dari pertanggungjawabannya, baik di dunia maupun di akhirat. Raja Ali Haji menjelaskan bahwa kepemimpinan bertumpu pada konsep tritunggal Melayu-Islam, yakni khalifah, sultan, dan imam. Seorang pemimpin wajib mendirikan tiang agama, menegakkan keadilan hukum secara adil, dan senantiasa berada di garda terdepan sebagai panutan umat. Keluhuran budi ini berpadu manis dengan tunjuk ajar Allahyarham Tenas Effendy yang merangkum lima puluh lima karakter kepemimpinan Melayu ke dalam empat sifat utama warisan kenabian: amanah, fathanah, tabligh, dan shiddiq. Sebagaimana untaian pepatah, pemimpin yang elok akhlaknya tentu akan melahirkan negeri yang elok pula.
Meneladani Akhlak Pemimpin Melayu Riau
Mengkaji karakter kepemimpinan masa lampau ini amat perlu ditanamkan kepada generasi penerus. Pengetahuan mengenai keteladanan dan budi pekerti ini sangat diperlukan agar kelak lahir calon-calon pemimpin negeri yang bijaksana, adil, dan membumi. Oleh karena itu, kita semua senantiasa perlu mewariskan tunjuk ajar ini demi memenuhi keperluan pendidikan moral bagi anak-anak bangsa. Silakan telusuri lebih mendalam mengenai pedoman kepemimpinan kemelayuan kita melalui pratinjau dokumen di bawah ini.
Unduh Bab 13 PDF
Silahkan buka dan unduh materi Buku Pegangan Guru Muatan Lokal Budaya Melayu Riau (Mulok BMR) versi PDF pada bab lainnya melalui tautan di bawah ini:
- Bab Pendahuluan
- Bab 01: Nilai-Nilai Asas Jati Diri
- Bab 02: Alam dan Kearifan Ekologis
- Bab 03: Bahasa dan Sastra Melayu
- Bab 04: Adat dan Adab Melayu Riau
- Bab 05: Sejarah Melayu Riau
- Bab 06: Pakaian Resmi Melayu
- Bab 07: Kesenian Melayu di Riau
- Bab 08: Kuliner Khas Melayu Riau
- Bab 09: Permainan Rakyat Riau
- Bab 10: Perobatan Melayu Riau
- Bab 11: Teknologi Tradisional Melayu
- Bab 12: Ekonomi dan Mata Pencaharian
- Bab 13: Pemimpin dalam Budaya Melayu
***

0 Komentar
Tulis komentar Anda dengan bijak!